WEBINAR MAPALA UNTAN GOES TO SCHOOL

Isu lingkungan saat ini banyak dibicarakan baik itu sampah organik maupun anorganik, apalagi ditambah pada masa pandemic Covid-19 pola kehidupan masyarakat Indonesia berubah karena lebih banyak menghasilkan sampah. maka dari itu kami MAPALA UNTAN mengadakan dua series Webinar:

“Mapala Untan Goes To School”




Sabtu, 21 Agustus merupakan webinar series pertama dimana pokok pembahasannya yaitu budaya pilah-olah sampah yang disampaikan oleh Bapak Kiki Prio Utomo (Dosen Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura), Abang M. Hafiz Waliyuddin (CEO Angkuts) dan zero waste lifestyle disampaikan oleh Rio Afiat (Pegiat Lingkungan dan Konservasi), Garry Marpahiko (Presiden Seangel). Webinar series pertama juga dihadiri oleh Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkayang, Kasi Pengendalian dan Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, dan Provinsi Fasilitator Implementasi Kalimantan Barat. Tidak hanya itu saja webinar series pertama juga diikuti mahasiswa Universitas Tanjungpura, Universitas Terbuka Negeri Mataram, SMAN 1 Pacitan, SMAN 1 Pontianak, SMA Santun Untan, SMAN 2 Pontianak, SMAN 3 Pontianak, Madrasah Aliyah.

Point penting yang diambil perlunya mengubah pola hidup dalam menjaga lingkungan seperti berbelanja menggunakan totebag, menggunakan tumblr, dan membuang sampah sesuai dengan jenisnya.

Sabtu, 28 Agustus 2021 dilanjutkan webinar series dua dengan pokok pembahasan yaitu SDGs : dampak covid- 19 terhadap pilar pembangunan lingkungan yang disampaikan oleh Bapak Dr. Meiran Panggabean, SE.,M.Si (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura) dan Kakak Stefanny Valencia Halim (AIESEC in Universitas Tanjungpura). Webinar series du aini dihadiri mahasiswa Universitas Tanjungpura, siswa SMAN 1 Pacitan, SMAN 1 Pontianak, SMAN 2 Pontianak, SMAN 3 Pontianak, dan SMA Santun Untan

Point penting yang dapat diambil untuk mencapai tujuan SDGs tentunya perlu campur tangan pemerintah dan didukung oleh masyarakat juga agar tujuan tersebut tercapai.

Dalam webinar ini kami mengundang SMA/SMK yang ada di Pontianak, disini target dari webinar ini adalah anak – anak yang sedang meranjak kedewasaan agar materi yang kita sampaikan dapat diterima dengan mudah tidak hanya itu saja kami juga mengedukasi sejak dini bagaimana sampah itu sangat berbahaya jika dibiarkan terus menerus.

Adapun outcome yang didapatkan dari webinar series pertama  yaitu para siswa membuat poster infografis mengenai zero waste lifestyle dan di series dua yaitu siswa membuat artikel mengenai SDGs. 

Harapan untuk kedepannya semoga ilmu yang telah disampaikan dapat diterapkan dikehidupan sehari – hari demi menjaga lingkungan dan mengurai sampah yang ada.

Link Youtube:

https://www.youtube.com/watch?v=5LZbEN6I1Ik

https://www.youtube.com/watch?v=-QJ__4js6W4


EKSPEDISI GUNUNG BETUNG MENELUSURI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI DI BATAS NEGERI


Tim Ekspedisi Gunung Betung
telah menyelesaikan tiga kegiatan besarnya yaitu pengabdian pada masyarakat di Desa Tanjung Lasa, penelitian Studi Habitat Ikan Semah di DAS Embaloh Desa Menua Sadap dan pendakian Gunung Betung di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun pada tanggal 18 juli 2021.




Ekspedisi wajib yang dilaksanakan oleh 5 orang Anggota Muda yang diketuai oleh Jordi Febriadi dan 4 anggotanya Nurul Setiyawati,Florentina Jermany Junia Delvana,Ilham Akbar Firmana,dan wiji rahayu lestari serta didampingi 2 orang mentor Valentino Sagai Lanying dan Verin Himatun Soraya.

Ekspedisi ini menempuh perjalanan yang sangat jauh,mulai dari Pontianak menuju putussibau kurang lebih 15 jam perjalanan menggunakan bus, dilanjutkan menuju Kec.Putussibau Utara, Desa Tanjung Lasa menggunakan mobil yang difasilitasi TNBK selama kurang lebih 3 jam, dan mencapai desa terakhir Kec. Embaloh Hulu,Desa Menua Sadap.

Setelah kegiatan PPM di Desa Tanjung Lasa terlaksana dilanjutkan dengan Kegiatan penelitian dan pendakian di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Sungguh menantang dan,menegangkan,karena jalur yang dilewati yaitu sungai berarus deras dan berbatuan, untuk mencapai lokasi penelitian dan pendakian kurang lebih 3 jam dari Desa Menua Sadap menuju camping ground yang diakses menggunakan perahu ketinting.

Pelaksanaan kegiatan penelitian observasi lapangan dilakukan selama 3 hari dari tanggal 6-8 juli 2021 seperti pengukuran lebar sungai, kedalaman sungai, kecepatan arus sungai dan pengukuran parameter lainnya.

Pendakian gunung betung dengan ketinggian 1128 Mdpl dilakukan selama 7 hari dari tanggal 10-16 juli 2021.Pendakian ini melewati medan yang sulit dengan menggunakan transportasi perahu dalam kondisi air sungai yang surut untuk menuju titik awal, membuat perahu harus didorong dalam setiap perjalanan, serta menelusuri punggungan pegunungan dengan kontur yang rapat ditambah Kondisi cuaca badai yang menerpa.

Ekspedisi ini dapat terlaksana dengan sukses tidak terlepas dari persiapan yang panjang mulai dari latihan fisik, pemantapan materi, pengumpulan dana, perizinan kegiatan serta dukungan dari senior-senior Mapala Untan dan kerjasama yang baik dari berbagai instansi, antara lain: Universitas Tanjungpura, Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), Yayasan Kehati, BW Kehati, Kodam XII Tanjungpura,Wildlife Frame Organization, Dinas Pendidikan, Bulog Kanwil Kalbar, PT. Indofood, Terminal Konveksi, Suryanation, serta media partner dari Wartapala.







Ekspedisi Pendakian Gunung Betung dan Penelitian ikan semah di TNBKDS

Ekspedisi Wajib merupakan suatu kegiatan sebagai tahapan untuk menjadi anggota biasa MAPALA UNTAN.


Ekspedisi ini adalah kegiatan yang dirancang oleh anggota muda MAPALA UNTAN Angkatan 37. Tahun ini Anggota Muda MAPALA UNTAN akan melaksanakan  EKSPEDISI GUNUNG BETUNG. Nama ekspedisi tersebut diambil dari nama gunung yang ada di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Gunung tersebut memiliki ketinggian 1128 MDPL yang memiliki potensi keanekaragaman flora dan fauna. Tidak kurang ada 1.216 jenis flora dan tidak kurang dari 75 spesies diantaranya spesies yang endemik Pulau Kalimantan. Dari jenis fauna tidak kurang ada 48 jenis mamalia.

Ekspedisi wajib tahun ini dilaksanakan oleh anggota muda MAPALA UNTAN yang berjumlah 5 orang yang diketuai oleh Jordi Febriadi dan 4 anggotanya Nurul Setiyawati,Florentina Jermany Junia Delvana, Wiji Rahayu dan Ilham Akbar Firmana. Kelima anggota ini telah mempersiapkan proses pra-ekspedisi sejak bulan februari, mulai dari latihan fisik,pembekalan materi dan pencarian dana.


Ekspedisi wajib ini dilaksanakan pada tanggal 28 juni – 26 juli 2021 yang berlokasi di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun Kab. Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

3 pilar kegiatan ekspedisi angkatan 37 yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan dan Pengambidan Kepada Masyarakat. tiga pilar kegiatan yang diusung tersebut merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah penelitian studi habitat ikan semah di DAS Embaloh. Penelitian tentang ikan semah ini diambil karena ikan tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan banyak terdapat di DAS kawasan TNBKDS sehingga memiliki daya tarik tersendiri di daerah tersebut .

Selanjutnya ada kegiatan pengabdian pada masyarakat seperti kegiatan sosialisasi, bakti sosial, dan edukasi motivasi mengapai cita-cita untuk siswa SDN 13 Tanjung Lasa.

Terakhir ada kegiatan Pendakian Gunung Betung sebagai syarat untuk dilantik menjadi anggota biasa MAPALA UNTAN.

Kegiatan Ekspedisi wajib ini didukung oleh : Universitas Tanjungpura, Biodiversity Wariors by Kehati,Kodam XII Tanjungpura, Balai Besar TNBKDS, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, PT. Indofood CBP, Suryanation, WILDLIFE FRAME ORGANIZATION, Terminal Konveksi, Perum BULOG Kanwil Kalbar dan Wartapala Indonesia serta seluruh Keluarga Besar Mapala Untan.



Hari Burung Migrasi Sedunia, Pantai Tengkuyung Teluk Pakedai rumah bagi 24 jenis burung migrasi dan domestik

Pengamatan Burung Migrasi Dalam Memperingati Hari Burung Migrasi Sedunia di Pantai Tengkuyung, Desa Nibung, Kecamatan Telok Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat

Sabtu 08 Mei 2021 merupakan Hari Burung Migrasi Sedunia, MAPALA UNTAN (BW KEHATI UNTAN)  bekerjasama dengan YAYASAN WILDLIFE FRAME ORGANIZATION (WFO) dan AVES SYLVA PC UNTAN melakukan pengamatan terhadap burung migrasi dengan jumlah pengamat 10 orang diantaranya  Arjun Farmando Saragih, Kelvin Pratama, Putri Lestari, Fitriyani, Wiji Rahayu Lestari dari MAPALA UNTAN, Jero Haryono, Septian Alfani dari YAYASAN WFO dan Ully Aerdo Bergsma, Antonio Milenio Riasinir Joe dari AVES SYLVA PC UNTAN.

Inisiator kegiatan pengamatan burung migrasi ini oleh YAYASAN BW KEHATI dan menunjuk MAPALA UNTAN sebagai pelaksana kegiatan ini. Arjun Farmando Saragih selaku Ketua Umum MAPALA UNTAN dan Koordinator BW KEHATI UNTAN mengatakan bahwa kegiatan pengamatan burung ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan pendataan terhadap jenis burung migran yang ada di lokasi tersebut.

Keberangkatan Tim Pengamatan burung migrasi ini pada hari Jum’at 07 Mei 2021 dengan rute perjalanan Pontianak - Rasau Jaya menggunakan transportasi roda dua (motor), kemudian dilanjutkan melalui jalur air dari Rasau Jaya menuju Desa Sungai Nibung menggunakan speedboat dengan waktu tempuh 2 jam perjalanan.

Setelah sampai di Desa Sungai Nibung tim melakukan perizinan untuk kegiatan pengamatan burung. Kemudian tim melanjutkan perjalanan jalur air menuju Pantai Tengkuyung menggunakan motor air ± 1 jam. sesampainya di Pantai Tengkuyung tim pun disambut oleh Pengelola Pantai Tengkuyung yaitu Pak Nurdin.

Pada malam hari nya Tim pun melakukan briefing untuk kegiatan pengamatan burung, dimana Jero Haryono perwakilan dari YAYASAN WFO selaku Fasilitator dalam kegiatan ini menyampaikan apa saja yang harus dipersiapkan. alhasil, kesepakatan tim, pukul 05.00 wib tim harus bergerak menuju lokasi pengamatan.

Jum’at, 08 Mei 2021, pukul 05.30 Tim pun sudah bersiap untuk melakukan pengamatan. Melalui gertak kayu, Tim berjalan menuju lokasi dimana terdapat burung migrasi sembari memotret burung domestik yang berkicauan. Sesampainya di lokasi, Tim pun disambut oleh kelompok burung migrasi dan tanpa membuang waktu kami pun langsung melakukan pengamatan.

Pengamatan ini dilakukan 2 (dua) kali yaitu pagi dan sore hari, kemudian dari hasil pengamatan didapatkan 4 jenis dari burung migrasi dan 20 jenis burung domestik. Harapan untuk kedepannya semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak hanya pada hari burung migrasi sedunia saja.






Ramadhan, berbagi kasih untuk alam semesta

Berbagi kasih di bulan suci Ramadhan merupakan kegiatan mulia. tak terkecuali bagi insan pencinta alam.

Rutinitas tahunan yang oleh MAPALA UNTAN pada momen mulia tersebut dimanfaatkan untuk berbagi kasih untuk alam semesta tepatnya pada bulan ramadhan 1442 H. Dalam kegiatan ini MAPALA UNTAN mengajak anak-anak panti asuhan untuk buka puasa bersama, selain buka puasa bersama kami juga melakukan penananam pohon sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan alam yang sangat banyak bermanfaat oleh semua makhluk. Mapala Untan sadar bahwa tidak ada bumi yang lain untuk manusia bergantung hidup.

Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Minal Fityan di Dusun Rasau Jaya, Desa Rasau Jaya Umum, Kec. Rasau Jaya, Kab. Kubu Raya.

Santri panti asuhan tersebut  laki-laki 35 orang. Kegiatan diawali dengan perjalanan dari Sekretariat MAPALA UNTAN Menuju Panti Asuhan Minal Fityan dengan dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih 90 menit, diperkirakan 60 KM dari Kota Pontianak.

Setiba di Panti asuhan, kami disambut baik oleh anak-anak panti serta jajaran pengurus panti asuhan. Tidak hanya itu kami juga bertemu dengan organisasi rohani Islam yang dimiliki Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura yang menggelar kegiatan sosial di tempat yang sama.

Kurang lebih pukul 15.30 wib anggota MAPALA UNTAN membuka kegiatan dengan kata sambutan dari ketua umum MAPALA UNTAN yaitu Arjun Farmando Saragih, selanjutnya kata sambutan dari ketua Panitia Indera Gust Mou Triliun, serta yang terakhir yaitu kata sambutan serta pembuka kegiatan dari pengurus panti asuhan.

Setelah melewati beberapa rangkaian acara seperti bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon serta ramah tamah terhadap anak-anak panti tibalah saatnya berbuka puasa bersama anak-anak santri serta pengurus panti asuhan.

Kegiatan diakhiri dengan makan bersama serta pemberian kenang-kenangan untuk panti asuhan dan anak-anak panti asuhan.