Donor Darah Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Sesama

Sabtu 27 Oktober 2018, MAPALA UNTAN mengadakan kegiatan donor darah di sekretariat MAPALA UNTAN yang merupakan rangkaian kegiatan menjelang HUT 36 MAPALA UNTAN. Kegiatan donor darah yang melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) ini pun diikuti oleh Anggota Luar Biasa (ALB), Anggota Muda (AM), dan beberapa partisipan yang bersedia mengikuti yang telah diinfokan melalui flyer.



Selain bermanfaat untuk aksi kemanusiaan donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor. Dikarenakan sel–sel darah merah juga bisa diperbarui dan darah yang baru dapat diproduksi yang tentunya dapat mempengaruhi kesehatan fisik kita.

 Seringkali kita mendengar ataupun melihat baik di media sosial maupun informasi dari teman- teman kita bahwa ada yang membutuhkan darah secara mendadak, sehingga muncullah rasa peduli kita terhadap yang membutuhkan darah dari kita. Dengan kegiatan ini, panitia HUT MAPALA UNTAN mencoba memfasilitasi kepedulian kita terhadap orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Antusias peserta mengikuti kegiatan donor darah ini cukup besar, tapi sayangnya tidak semua peserta dapat mendonorkan darahnya karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan seperti misalnya tekanan darah yang rendah.




Menumbuhkan Karakter Cinta Alam pada Generasi Penerus Bangsa


Menanamkan rasa cinta kepada lingkungan bisa dimulai dari hal yang kecil, salah satunya dengan menanam pohon. Dengan menanam pohon maka udara yang dihirup tetap bersih, ketersediaan air tanah tetap terjaga dan pohon dapat menjaga kita dari bencana banjir. Maka dari itu sangat penting mengajarkan cinta lingkungan sejak dini bagi generasi penerus bangsa.

Siswa kelas 6 SDN 9 Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya melakukan aksi penanaman pohon di lingkungan sekolah bersama MAPALA UNTAN. Adapun jenis tanaman yang ditanam adalah pohon peneduh dan pohon buah yaitu trembesi, sengon, rambutan dan durian.


Gerakan positif ini disambut gembira oleh sekitar 70 siswa-siswi yang didampingi guru - guru dan kepala sekolah. Langkah penghijauan yang digagas oleh MAPALA UNTAN dilaksanakan mengingat anak-anak sebagai bagian dari masyarakat dan generasi penerus bangsa agar memahami dengan baik wawasan tentang pelesatarian lingkungan. 


Selain diajarkan cara menanam bibit pohon siswa-siswi perwakilan kelas 6 tersebut di edukasi pengetahuan tentang kelestarian lingkungan hidup, terutama arti penting hutan itu sendiri yang berada di pulau Kalimantan yang dianggap sebagai paru – paru dunia.



Kami berharap, kegiatan ini menjadi awal dari dari tertanamnya rasa peduli terhadap lingkungan bagi generasi penerus bangsa. Semoga dengan mengetahui manfaat dan cara menanam pohon, selanjutnya mereka bisa menanam pohon atas kesadarannya sendiri. Mereka harus peduli dengan lingkungannya, terutama lingkungan sekitar tempat tinggal mereka, sehingga kelestarian sekitarnya akan terus terjaga.

Jalan Santai HUT 36 MAPALA UNTAN

Rangkaian kegiatan menjelang HUT 36 MAPALA UNTAN, Sabtu 27 Oktober berlangsung meriah, ini berarti peserta sangat antusias mengikuti jalan santai. Puluhan Anggota (AM) dan Anggota Luar Biasa (ALB) beserta keluarganya turut berpartisipasi dalam kegiatan jalan santai ini. 


Melalui kegiatan ini selain menerapkan gaya hidup sehat kami juga ingin mempererat hubungan antara Anggota Muda dan Anggota Luar Biasa. Jalan santai selama 30 menit di pagi hari bisa membantu memperkuat tulang. Selain itu, berjalan santai di bawah sinar matahari pada pagi hari mendorong tubuh kita memproduksi vitamin D3, yang digunakan untuk penyerapan kalsium secara efektif pada tubuh. Berjalan santai juga mencegah cairan di persendian kita mengering, sehingga arthritis dapat dihindari. Sebelum jalan santai dimulai peserta melakukan pemanasan terlebih dahulu. Meski pemanasan tidak akan membakar ratusan kalori, kebiasaan sederhana yang seringnya dianggap membuang waktu ini memiliki tempat yang sangat penting dalam rutinitas olahraga Anda. Kegiatan jalan santai ini dimulai dari sekretariat MAPALA UNTAN kemudian melewati arboretum, Jl. Sepakat 2, Fakultas Kedokteran, Fakutas Ekonomi, Fakultas MIPA, Fakultas Teknik dan kembali lagi ke rute awal yaitu sekretariat MAPALA UNTAN. 
 


36 Tahun Berkarya, Anniversary Mapala Untan

36 tahun mapala untan
MAPALA UNTAN, tak terasa perjalanannya sudah lebih dari 3 dekade. Tinggal menghitung hari, akan tiba tanggal 28 Oktober 2018, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, MAPALA UNTAN juga akan memperingati ulang tahun yang ke-36.
Pada tahun 1982, tepatnya tanggal 28 Oktober berdirilah MAPALA UNTAN yang diresmikan oleh Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Hadari Nawawi melalui SK Rektor No. 3729/PT-29/D/0204/1982 sekaligus pelantikan Badan Pengurus pertama dan dinamai dengan Angkatan Wanapura.
Perkembangan zaman dan teknologi tidak menggerus eksistensi dan keberadaannya hingga saat ini, sederet kegiatan yang dilakukan seperti pendakian 7 puncak tertingi di Indonesia (seven summit), ekspedisi Kinabalu, bina desa dan penghargaan Wana Lestari, tuan rumah TWKM Nasional 1994, penyelenggara lomba KPDK (kompetisi panjat dinding khatulistiwa), kompetisi Traverse Climbing, serta ekspedisi wajib setiap tahun serta telah melahirkan 34 angkatan dengan jumlah 346 anggota.
Angkatan Wanapura
Organisasi lintas generasi ini tak terlepas dari perjuangan senior-senior pendiri pada era 80-an yang sampai saat ini tetap memikirkan dan berkontribusi terhadap perkembangan organisasi sehingga sejarah perjuangan dan semangat perjuangannya harus dilanjutkan melalui kegiatan dan prestasi cemerlang.
Dalam perjalanannya, MAPALA UNTAN yang saat ini hampir mencapai 36 tahun masih tetap konsisten mengemban misi pelestarian alam dan lingkungan hidup; pengabdian pada masyarakat; dan bertujuan menumbuhkan, membina, serta mengembangkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan hidup secara sistematis demi kelestarian alam dan lingkungan hidup, pengabdian pada masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan dan kegiatan alam bebas.
Memperingati ulang tahun yang ke 36 ini, MAPALA UNTAN mengadakan beberapa kegiatan yaitu gathering, donor darah, jalan santai, sosialisasi pendidikan lingkungan hidup di sekolah dasar dan malam keakraban bersama seluruh anggota.