Pendakian Bukit Raya 2278 mdpl 2013 (1)


Bukit Raya dengan ketinggian 2278 mdpl merupakan salah satu seven summit Indonesia yang ada di Pulau Kalimantan. Termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya yang terbagi atas dua wilayah serta berada di dua provinsi yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Pendakian dapat dilakukan dari Provinsi Kalimantan Barat atau Kalimantan Tengah. Status kawasan yang dikelola oleh TNBB-BR yang berlokasi di Kabupaten Sintang membuat perijinan harus dilakukan di Sintang dan pendakian lebih banyak dilakukan dari Kalimantan Barat.

Bukit Raya menyajikan eksotisme hutan Kalimantan yang asri, perjalanan yang ditempuhpun beragam mulai dari udara, darat dan air dari Ibukota Negara Jakarta. Selama Pendakian anda akan puas dengan jalur yang bebas dari sampah, banyaknya pacet menunjukkan alaminya hutan TNBB-BR dan akan memberikan kesibukan bagi pendaki untuk melepaskan dari kulit tubuh. Bagi anda para pendaki yang mendahulukan prioritas pastinya anda akan mendaki Bukit Raya.


Untuk mendaki anda akan melewati desa terakhir yaitu Desa Rantau Malam. Desa ini memiliki tiga dusun yaitu Dusun yaitu Tekambong, Minjai Permai dan Remukoi. Tahukah anda mengapa desa ini disebut Rantau Malam? … Menurut salah satu keterangan warga desa yaitu Pak Pius yang berprofesi sebagai salah satu Staf Pegawai Taman Nasional (STPN) Rantau Malam adalah desa persinggahan para perantau yang dahulunya melewatii Bukit Raya. Rantau artinya perantau, Malam artinya bermalam. Perantau yang melewati pasti akan bermalam di desa ini maka dari itu disebutlah sebagai Desa Rantau Malam.

Desa yang bersuku asli Dayak Ot Danum ini masih meninggalkan sejarah panjang yang belum diketahui banyak orang. Rumah Betang/Panjang masih berdiri kokoh di pinggir sungai jelundung, selain itu bangunan lain peradaban Hindu Kaharingan juga masih terawat dengan baik. Akan tetapi sangat disayangkan karena tidak banyak yang tahu tentang sejarah budaya di Desa ini terutama para remaja, informasi hanya dapat digali dari para tetua/tokoh masyarakat setempat.

Rumah Betang Dayak Ot Danum

Peninggalan Kebudayaan Hindu Kaharingan

Sepanjang jalur pendakian variasi vegetasi hutan hujan tropis memberikan keindahan yang membuat mata terpana, hal itu tampak jelas berbeda berdasarkan ketinggian. Mulai start dari Resort Rantau Malam TNBB-BR diketinggian 160 mdpl menuju Koronghape anda dapat lalui dengan jalan kaki/ojek motor  melewati jalan pengerasan bekas perusahaan dengan jarak tempuh 7,60 km. Koronghape (Korong artinya bukit dan Hape artinya handphone), mengepa demikian? Masyarakat Desa Rantau Malam menyebutnya Koronghape karena di bukit tersebut terdapat sinyal telpon seluler. Untuk menggunakan HP mereka biasa ke Koronghape agar dapat berhubungan komunikasi.



Setibanya di Koronghape pendakian dilanjutkan menuju Pos Sungai Mangan 656 mdpl, sebelum tiba di Sungai Mangan anda akan melewati pos alternatif yang bisa dijadikan base camp yaitu Hulu Menyanoi 652 mdpl jika pendakian berirama pelan. Perbedaan yang tampak jelas antara kedua pos ini adalah posisi dataran yang sempit dan sedikit luas untuk dijadikan camp pertama pendakian menyesuaikan dengan banyaknya jumlah dalam tim sebagai pertimbangan, akan tetapi kondisi air lebih banyak di Hulu Menyanoi. Untuk pendaki yang sedang idealnya akan menjadikan Sungai Mangan camp pertama, namun tidak menutup kemungkinan jika start pendakian dimulai dari Koronghape dengan irama pendakian yang cepat Pos Hulu Rabang 729 mdpl menjadi target camp pertama.
(Bersambung)


Oleh Syarif Yulius Hadinata MPA-U. 0910278/TB

0 comments:

Post a Comment