KPP Bumi Penepian Raya Jongkong Praktek Rock Climbing Bersama Mapala Untan

Pada tanggal 15 Januari 2019 tim dari MAPALA UNTAN yang terdiri dari Palentino Sagai Lanying, Kevin Pratama, dan Arif Elfri Yanda melakukan perjalanan dari Pontianak untuk memenuhi undangan dari KPP (Kelompok Pengelola Pariwisata) Bumi Penepian Desa Penepian Raya. Perjalanan dengan menggunakan kendaraan darat ditempuh kurang lebih 12 jam dari Pontianak menuju dermaga Kecamatan Jongkong. Setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang (lebih kurang 12 jam) akhirnya tim tiba di Dermaga Jongkong, atau lebih tepatnya bisa disebut sebagai pasar tradisional dan pasar tumpah masyarakat untuk wilayah Kecamatan Jongkong dan sekitarnya untuk menjual hasil bumi mereka mulai dari sayur-mayur, buah-buahan lokal sampai hasil sungai berupa ikan segar maupun ikan asin. 

Ketika tim tiba di Jongkong, kami telah ditunggu oleh ketua dari KPP Bumi penepian yaitu Trisnah Aristandi atau biasa kami sapa dengan nama Bang Aris. Mereka langsung menyambut kedatangan kami sesampainya disana. Setelah menurunkan barang bawaan kami, maka kami dijamu untuk minum teh hangat menyegarkan kembali tubuh yang lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Pontianak. Setelah beristirahat satu jam akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Penepian Raya. Perjalanan kami kesana menggunakan speed boat dengan mesin 40 PK. Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan khas desa piggir sungai dengan hamparan rumah lanting (rumah apung di atas sungai), aktivitas masyarakat nelayan dan aktivitas ekonomi laiinya yang masyarakat lakukan sehari-hari. Setelah menempuh perjalanan 30 menit dari Jongkong, kami tiba di Desa Penepian Raya. Setelah menurunkan barang bawaan, kami langsung makan siang, makan makanan yang telah disiapkan oleh istri Bang Aris dengan menu andalan asam pedas ikan toman, lalap daun singkong, sambal belacan, dan kerupuk ikan khas Desa Penepian Raya. Setelah makan siang bersama, maka kami beristirahat untuk memulihkan tenaga.
Pemberian Materi Rock Climbing

Untuk tempat menginap, kami menginap di kantor LPHD (Lembaga Pengelola Hutan Desa) Bumi Lestari. Setelah istirahat siang maka kami melakukan kajian potensi Desa Penepian Raya untuk melihat potensi apa yang ada di Desa Penepian Raya yang dapat dikembangkan untuk atraksi wisata. Kami mulai berjalan menyusuri Desa Penepian Raya. Setelah berkeliling mencoba menggali potensi desa, pada malam harinya kami berkumpul di kantor untuk membantu memberi materi rock climbing atau olahraga panjat tebing, mengenal potensi wisata desa dan membuat base data potensi wisata serta bagaiman cara mempublikasikan potensi wisata kepada anggota KPP Bumi Penepian. Anggota tim MAPALA UNTAN memberikan pengenalan tentang dunia panjat tebing kepada anggota KPP Setelah memberikan materi panjat tebing, pada besoknya kami langsung menuju lokasi panjat tebing yang berada di kawasan Hutan Desa Bukit Tang. Tidak memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencapai lokasi tebing yang akan kami panjat dari Desa Penepian Raya. Dengan menggunakan speed boat dengan mesin 15 PK perjalanan ditempuh 45 menit. Selama perjalanan kita akan disuguhi pemandangan hutan riparian (hutan rawa pesisir sungai) di sepanjang perjalanan yang mana akan memanjakan mata kita akan indahnya hutan rawa khas Kalimantan Barat. Selain itu, sambutan dari suara burung hutan serta jika beruntung kita akan menemukan aktivitas primata (kera ekor panjang dan kelasi) pada hutan rawa. Sebenarnya melewati terowongan hutan rawa ini juga sudah menjadi hiburan tersendiri bagi wisatawan karena ekosistem unik khas kalimantan, dengan suasana sejuk berada di bawah rimbunnya pepohonan. 

Setelah melakukan perjalanan 45 menit maka kami tiba di lokasi pemnjatan yaitu Hutan Desa Bumi Lestari Bukit Tang. Di Bukit Tang ini terdapat banyak tebing yang bisa dieksplor untuk dilakukan pemanjatan. Oleh karena keterbatasan waktu maka kami hanya dapat memanjat tebing pada tiga spot tebing saja. Untuk menuju tebing diperlukan menyusuri dan menanjak sedikit untuk sampai ke kaki tebing selama 30 menit. Untuk jalur pendakian sebenarnya sudah dibuat oleh anggota dari KPP Bumi Penepian untuk memudahkan para wisatawan dalam mengeksplore kawasan wisata yang ada di Bukit Tang. Untuk tipe tebing di sini didominasi oleh batuan andesit, kondisi tebing yang masih perawan menyebabkan tebing dipenuhi oleh akar pohon serta lumut yang menempel pada dinding tebing. Untuk menuju kaki tebing harus melakukan hiking terlebih dahulu melalui jalur yang telah dibuat oleh anggota KPP Bumi Penepian. Setelah mendaki 30 menit dan menyusuri track yang ada pada Bukit Tang, akhirnya kami tiba di kaki tebing pertama. Maka kami mulai mempersiapkan alat untuk melakukan kegiatan panjat tebing di tebing pertama ini. Setelah itu kami anggota MAPALA UNTAN mulai memberikan materi singkat kepada anggota KPP Bumi Penepian tentang cara pemasangan alat mulai dari seat harnest, pengenalan tali, simpul, carabiner, figure of eight, webbing dan alat lain-lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan teknik pemanjatan dan rappeling kepada anggota KPP Bumi Penepian. Setelah melakukan pemberian materi lapangan maka para anggota KPP Bumi Penepian satu persatu melakukan kegiatan pemanjatan tebing yang ada di Bukit Tang. Para peserta merasakan ketegangan ketika pertama kali melakukan pemanjatan, suatu hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya selama hidup mereka. Mereka mencoba sesuatu yang baru berjibaku mengalahkan rasa ketakutan pada diri mereka sendiri, mencoba menjadi pribadi baru. 
Praktek Rock Climbing

Setelah mereka semua dapat mencapai top dari tebing yang mereka panjat maka saatnya bagi mereka untuk melakukan rappeling. Ternyata bagi mereka rappeling lebih menegangkan dari pemanjatan karena mereka tidak sepenuhnya percaya kepada alat yang mereka gunakan. Padahal alat yang digunakan dalam kegiatan rock climbing sangat aman. Mereka masih belum percaya sepenuhnya dengan kekuatan tali Carammantel dan webbing yang mereka gunakan. Ini tampak dari raut wajah mereka yang terlihat tegang ketika mereka mulai menuruni tebing yang telah mereka panjat sebelmnya Setelah seharian melakukan kegiatan panjat tebing maka kami beristrihat di puncak Bukit Tang sambil menikmati sunset dan pemandangan hamparan danau dan lahan basah yang ada di Danau Tang dan Danau Bongang Pemandangan dari puncak Bukit Tang kita dapat melihat pemandangan hamparan Danau Tang, Danau Bongang dan pemandangan sunset atau matahari terbenam. Setelah menikmati pemandangan di atas Bukit Tang maka kami memutuskan untuk pulang karena kondisi yang telah sore dan hari mulai gelap yang akan menyusahkan kami nantinya turun dari Bukit Tang. Karena hanya menuruni tangga tracking jadi lebih cepat dari mendaki. 
Praktek Rapelling

Untuk menuruni bukit lebih kurang 30 menit dari puncak, sedangkan untuk mendaki menuju puncak diperlukan waktu lebih lama kurang lebih satu jam. Setelah sampai di bawah maka kami langsung menuju tempat kami menginap di lanting (rumah apung warga) yang ada di danau. Tapi sebelum pulang kami menyempatkan menikmati pemandangan susnset dari tengah danau. Setelah melakukan kegiatan simulasi pemanjatan tebing dan eksplor potensi wisata selama 3 hari di Bukit Tang maka kami langsung pulang menuju desa. Banyak pengalaman dan ilmu yang kami dapat selama di lapangan dan potensi wisata apa saja yang ada di Bukit Tang. Nantikan tulisan selanjutnya dari penulis akan potensi wisata yang ada di Desa Penepian Raya Salam lestari dari kami MAPALA UNTAN.

0 comments:

Post a Comment